Apa Itu Bollinger Bands?

Analisa Forex

apa-itu-bollinger-bands

Sebagai salah satu tools analisa forex dengan metode teknikal, Bollinger Bands banyak digunakan karena kesederhanaannya. Indikator ini dikembangkan oleh seorang trader terkenal bernama John Bollinger pada tahun 1980an.

Pengertian Bollinger Bands
Bollinger Bands adalah indikator teknikal yang terdiri dari tiga garis Upper Band, Middle Band, dan Lower Band, dimana Middle Band merupakan Moving Average, sedangkan Upper dan Lower Band merupakan standar deviasi harga. Standar deviasi merupakan formula matematis yang mengukur volatilitas harga serta menunjukkan bagaimana harga suatu aset bisa “menyimpang” dari nilai sesungguhnya. Upper dan Lower Band akan meluas dan menyempit seiring dengan pergerakan harga; makin tinggi volatilitas, jarak antara kedua Band akan makin meluas.

Dalam penggunaan Bollinger Bands untuk analisa forex, ada tiga hal yang perlu diperhatikan:

1. Penyempitan (Squeeze)
Kondisi penyempitan terjadi ketika Bollinger Bands menyempit dan menghimpit Moving Average di tengah. Penyempitan menunjukkan masa volatilitas rendah, tetapi dianggap mendahului potensi peningkatan volatilitas dan peluang trading di masa depan. Sebaliknya, makin luasnya jarak antar Bands menghadirkan peluang untuk menutup posisi (Exit/Close Trade).

2. Breakout
Sekitar 90% pergerakan harga terjadi di dalam lingkup Bollinger Bands, tetapi ada kalanya harga menembus keluar Bands, dan itu biasanya merupakan peristiwa besar. Namun, ini bukanlah sinyal untuk buy maupun sell. Meski ada yang memperlakukan Breakout Bollinger Bands sebagai sinyal (buy jika harga menembus Upper Band, sell jika menembus Lower Band), tetapi reliabilitasnya sebenarnya diragukan.

3. Apabila dipakai untuk analisa forex, sebaiknya didampingi indikator lain.
Bollinger Bands bukanlah sebuah sistem trading, melainkan hanya sebuah indikator yang peran utamanya adalah memberikan informasi tentang volatilitas. Karenanya, John Bollinger sang pembuat indikator pun merekomendasikan agar trader menggunakan Bollinger Bands bersama dua atau tiga indikator lain yang tak berhubungan guna menyediakan sinyal trading, misalnya MACD, On-Balance Volume, dan Relative Strength Index (RSI).

cara Menggunakan Bollinger Bands Dalam Analisa Forex
Dengan tetap mengingat tiga hal diatas, trader dapat menggunakan Bollinger Bands dalam analisa forex untuk melakukan tiga hal:

1. Mengukur volatilitas dan seberapa “ramai” pasar.
Ketika Bollinger Bands meluas, berarti volatilitas meningkat (pasar lebih ramai), sedangkan bila Bollinger Bands menyempit, berarti volatilitas menipis (pasar lebih sepi).

2. Memperkirakan kisaran range pergerakan harga.
Dengan mengetahui range pergerakan harga, maka bisa menempatkan target profit dan stop loss dengan lebih mudah. Ini terutama bila analisa forex trader menggunakan Bollinger Bands bersama indikator lain sebagai pemicu sinyal trading.

3. Support dan resisten dinamis.
Banyak trader meyakini bahwa makin dekat harga ke Upper Band, berarti pasar makin overbought; sedangkan makin dekat harga ke Lower Band, berarti pasar makin oversold. Dengan demikian, harga akan cenderung kembali ke Middle Band setelah menyentuh Upper atau Lower Band. Pandangan ini menimbulkan sebuah strategi trading sederhana: buy jika harga mencapai Lower Band, dan sell ketika harga mencapai Upper Band. Namun, dalam kondisi pasar trending, besar kemungkinan harga akan terus menembus Upper Band atau Lower Band (tidak kembali ke Middle Band). Karenanya, strategi ini hanya bisa dijalankan dalam kondisi pasar sideways (ranging).