Analisa Rupiah 15-19 Agustus 2016

Analisa Rupiah

Nilai tukar Rupiah bergerak cukup stabil dalam periode 15-19 Agustus 2016. Pasar modal Indonesia masih dialiri dana asing, meski sempat agak terkoreksi dari rekor level tinggi namun secara keseluruhan diakibatkan aksi profit-taking oleh investor domestik ketimbang berkurangnya keyakinan investor asing, dan per tanggal 18 Agustus pun nampak sudah kembali meninggi. Senada dengan itu, analisa Rupiah cenderung stabil dalam posisi relatif kuat.

Pada tanggal 15 Agustus, BPS melaporkan adanya penyempitan surplus neraca dagang dari 0.89 milyar Dolar ke 0.59 milyar Dolar. Ekspor dan impor juga menurun lebih buruk dibanding estimasi. Namun berdasarkan analisa, Rupiah tak terusik oleh data-data tersebut. Pelaku pasar saat ini cenderung wait and see menunggu laporan mengenai hasil dari kebijakan-kebijakan yang telah diambil Pemerintah, khususnya mengenai Tax Amnesty, serta langkah apa yang akan diambil Bank Indonesia ke depan.

Bank Indonesia menggelar Rapat Dewan Gubernur pada tanggal 18-19 Agustus, dimana salah satu agenda yang diekspektasikan akan didiskusikan adalah mengenai tingkat suku bunga acuan. Suku bunga acuan direncanakan akan mulai diganti dari BI Rate menjadi 7-Day Repo Rate mulai 19 Agustus mendatang, namun meskipun diproyeksikan akan membuat kebijakan lebih cepat memengaruhi pasar uang dan topik terkait analisa Rupiah, tetapi realisasinya masih diwanti-wanti. Pernyataan pasca RDG BI ini berpotensi disruptif, tetapi kemungkinan takkan terlalu banyak menggoyangkan kurs Rupiah dari rate-nya saat ini.

Sebagaimana dapat dilihat dalam chart USD/IDR dengan timeframe D1 pada sebelah kiri, berdasarkan garis fibonacci retracement yang ditarik dari harga tertinggi bulan Juni (13,688) hingga harga terendah di awal bulan Agustus (13,010), ditemukan kisaran level support dan resisten Rupiah jangka pendek pada 13,010-13,170. Indikator MACD pada chart USD/IDR timeframe H4 yang merepresentasikan pergerakan harga mingguan juga nampak nyaris flat, menari-nari di sekitar 0.00.

Ini artinya, tanpa adanya suatu perubahan sentimen pasar secara signifikan, maka menurut analisa Rupiah menjalani 15-19 Agustus dalam kisaran 13,010-13,170 per Dolar AS saja. Akan tetapi, suasana kalem seperti ini biasanya mendahului penyimpangan harga yang cukup besar. Jadi, ada baiknya bersiap-siap menghadapi penguatan maupun pelemahan mata uang ini hingga melampaui kisaran support dan resisten tersebut dalam periode waktu sepekan setelahnya (22-26 Agustus).

Recent Post

Analisa Forex Mingguan 4-8 Juni 2018

Analisa forex mingguan 4-8 Juni kali ini dihadapkan pada melonggarnya ketegangan politik di Italia...

Cari Tahu Seputar Tingkatan Level Trader Forex

Sebenarnya, tingkatan level trader forex itu bukan sekedar pemula dan berpengalaman saja. Mulai...

Analisa Forex Mingguan 28 Mei-1 Juni 2018

Sesuai analisa forex minggu lalu, Dolar AS masih bullish meskipun sempat mengalami koreksi....

Teknik Trading Dengan Pola Harmonik

Dari pembahasan sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa pola Harmonik adalah tata cara membaca...

Analisa Forex Mingguan 21-25 Mei 2018

Analisa Forex Mingguan 21-25 Mei 2018 - Perdagangan forex periode 21-25 Mei 2018 diawali dengan...

Popular Post this month

Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Dari waktu ke waktu, bermain Forex makin sering disebut-sebut sebagai cara mudah dan cepat untuk...

Langkah Mudah Cara Main Olymp Trade

Trading Binary Option memang saat ini sangat digemari oleh banyak orang yang ingin mendapatkan...

5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Bagi para trader newbie atau pemula, website forex yang memberikan penawaran bonus gratis tanpa...

Menelusuri Broker Yang Terdaftar Di BAPPEBTI 2017

Saat memilih broker forex, biasanya Anda akan berfokus pada berbagai kondisi trading seperti...

Pengertian Apa Itu Forex Trading

Apa Itu Forex? Forex, atau Foreign Exchange, adalah pasar tak terpusat dimana mata uang dunia...