Analisa Forex USD/JPY: Pullback Bearish Karena Dikhawatirkan China

Analisa Forex

Pergerakan kontradiktif dialami USD pada Kamis, 13 Oktober 2016 di sesi Asia. Walaupun bergerak menguat terhadap mata uang mayor setelah didukung ekspektasi suku bunga dri notulen FOMC, Greenback justru merosot terhadap Yen Jepang. Usut punya usut, ada peran China dibalik kejatuhan Dolar AS terhadap JPY.

Lalu apa peran China yang membuat USD/JPY menarik diri dari trend bullish sebelumnya? Sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber, inilah analisa forex tentang USD/JPY terkait kondisi terbaru di atas dan kemungkinan pergerakan harga pair tersebut selanjutnya.

usdjpy bearish

Analisa Forex Fundamental Untuk USD/JPY
Sebelum terperosok ke level 103.86, USD/JPY sempat menyentuh 104.63, poin tertinggi 3 bulan terakhir, tepatnya setelah hasil notulen FOMC berhasil memperkuat optimisme terhadap peluang kenaikan suku bunga Desember. Namun demikian, rilis data perdagangan China setelahnya berhasil membawa investor kembali ke Yen Jepang yang memiliki peranan sebagai safe haven.

Surplus neraca perdagangan China dilaporkan menyempit ke angka 41.99 milyar USD, lebih buruk dari perolehan sebelumnya di 52.05 milyar USD dan ekspektasi kenaikan di 53.00 milyar USD. Hasil tersebut juga sekaligus menandai pencapaian terburuk 6 bulan.

Dampak kekecewaan terhadap data China tersebut rupanya sangat besar, terbukti dari ketidakmampuan USD/JPY yang terjerembab hingga 0.5%. Apalagi, data fundamental dari Jepang sendiri mencatatkan torehan positif. Pinjaman bank Jepang mengungguli ekspektasi stagnasi di level 2.0% dan berhasil merangkak ke 2.2%. Sementara itu, indeks yang mengukur aktivitas industri tersier menjungkalkan prediksi penurunan ke -0.2%, dengan bertengger di level 0.0%. Walau demikian, angka untuk periode sebelumnya dari data tersebut direvisi turun menjadi 0.2%.

Awal minggu ini, analisa forex untuk JPY cukup dibenamkan oleh pernyataan dovish Haruhiko Juroda yang tak yakin jika target inflasi 2% bisa terpenuhi tahun 2017. Gubernur BoJ tersebut kemudian memperkirakan waktu pencapaian target ada di tahun 2018. Di samping itu, ia juga menekankan prinsip BoJ untuk tetap berada di jalur kebijakannya saat ini. Masih menurut Kuroda, jika memungkinkan, bank sentral bahkan akan mengambil tindakan lebih jauh dalam hal pelonggaran moneter guna mencapai target inflasi.

Sementara untuk data fundamental berikutnya, analisa forex MarketPulse mencermati data-data Jobless Claims AS sebagai rilis berdampak paling penting.

Analisa Forex Teknikal USD/JPY
Menurut analisa forex FX Bazooka, penguatan Greenback sejauh ini telah memperlihatkan titik jenuh di level tinggi, sehingga tak heran bila jebloknya data China dapat dengan mudah menghempaskan USD/JPY.

Secara teknikal, USD/JPY diproyeksi akan terus bearish hingga mencapai level support terdekat. Menurut pantauan analisa forex dari chart berikut ini yang menggabungkan teknik price action, support dan resistance, serta Moving Averages (MA), ada pullback harga dari area resistance (Window) yang bisa terus berlanjut mendekati support.

pullback usdjpy h1

Melihat adanya pola bearish engulfing yang telah terkonfirmasi, juga candle harami di high berikutnya setelah pullback, besar kemungkinan harga akan terus merosot ke garis support terdekat.

Lalu bagaimana dengan analisa di timeframe lebih besar?

pullback usdjpy h4-d1

Pada analisa forex di grafik H4 dan daily tersebut, pola engulfing belum terkonfirmsi, dan harga belum “resmi” meninggalkan area resistance (Window). Kemungkinan berikutnya, harga akan bergeser turun menuju MA 34. Apabila setelahnya harga mencoba pullback, maka bulls diyakini akan berupaya mencuatkan high baru.