Analisa Forex USD: Yang Perlu Diketahui Sebelum Menyambut Retail Sales AS

Analisa Forex

Setelah kejutan mengecewakan NFP Jum’at lalu (7/10), data lain yang dinanti-nantikan pada Jum’at pekan ini adalah retail sales. Ada kemungkinan Greenback diayunkan oleh rilis data tersebut, mengingat hasil retail sales mampu menunjukkan kondisi perekonomian AS dari segi belanja konsumen. Lalu apa saja yang harus diamati, dan bagaimana ekspektasi laporan bulan ini? Dihimpun dari uraian analisa forex Piponomics, berikut ini panduan trading menjelang terbitnya retail sales AS.

Mengapa Retail Sales Patut Diawasi?
Sebelum menyelami aspek-aspek yang penting dalam analisa forex dengan data retail sales, mari kita bahas lebih dulu tentang arti dan esensi laporan ini.

Dipublikasikan oleh Biro Sensus AS sebulan sekali, retail sales atau penjualan ritel adalah data yang menunjukkan total perkiraan dari nilai penjualan di level eceran. Indikator ini penting bagi analisa forex trader maupun para pembuat kebijakan, karena bisa mengukur level belanja konsumen yang merupakan tulang punggung perekonomian AS.

analisa forex retail sales as

Sebagai informasi, PDB Amerika Serikat di kuartal kedua meningkat 1.4% q/q, dengan retail sales menjadi penyumbang terbesar dari pertumbuhan tersebut. Sebanyak 2.88% dari total pertumbuhan PDB berasal dari angka retail sales, yang mana sanggup memadamkan efek negative dari komponen lain.

Ada 2 rilis data yang perlu dicermati jika Anda melakukan analisa forex dengan retail sales: Headline dan core. Headline memperhitungkan hasil penjualan setiap toko dan sektor bisnis, sementara core tak memasukkan angka penjualan otomotif karena volatilitasnya terlalu tinggi. Rilis core umumnya lebih diutamakan karena bisa memancarkan trend sebenarnya, namun headline juga penting karena data itulah yang berkontribusi pada PDB.

Bagaimana Retail Sales Bulan Sebelumnya?
Jum’at pekan ini, rilis retail sales akan menggambarkan kondisi belanja konsumen AS di bulan September. Sebulan sebelumnya, baik retail sales headline maupun core sama-sama terpantau buruk dan mengecewakan ekspektasi.

Retail sales headline untuk Agustus finish di poin -0.3%, terkontraksi dari pencapaian Juli yng direvisi naik dari stagnasi 0.0% ke 0.1%. Capaian tersebut meleset dari perkiraan analis yang hanya memprediksikan penurunan ke -0.1% saja. Retail sales headline Agustus juga mendapat sorotan negatif di berbagai analisa forex karena memperlihatkan poin negatif untuk pertama kalinya dalam 5 bulan, sekaligus menandai penurunan kedua setelah di bulan sebelumnya sudah terpantau menyusut.

Sementara itu, rilis retail sales core hanya membaik dari -0.4% ke -0.1%. Padahal, pasar memproyeksikan data tersebut untuk bisa lolos dari zona kontraksi dan tumbuh ke level 0.3%. Parahnya lagi, retail sales core Juli direvisi turun dari -0.3% menjadi -0.4%.

Akan tetapi, USD tampak mengacuhkan jebloknya kedua rilis retail sales di bulan sebelumnya. Contoh grafik indeks Dolar AS di bawah ini dapat menunjukkan situasinya:

chart indeks dolar as

Tampak bahwa meski sempat tertarik ke bawah, Greenback segera memulihkan diri dan mengambil langkah sideways. Rupanya, trader forex masih ragu mengambil sisi bearish karena tak lama kemudian masih ada data fundamental penting lain, yakni CPI, yang ternyata berhasil mengungguli ekspektasi. Jadi jika disimpulkan dari analisa forex pergerakan harga bulan lalu, kemungkinan besar trader forex akan memilih menunggu rilis CPI sebelum mengambil langkah besar.

Seperti Apa Forecast Retail Sales Kali Ini?
Untuk retail sales september, data headline dan core sama-sama diyakini bisa melompat jauh dari torehan periode sebelumnya. Retail sales headline diprediksi naik ke 0.6%, meninggalkan area kontraksi -0.3%. Sementara rilis core dipercaya menanjak ke level 0.4%, juga bangkit dari poin kontraksi di -0.1%.

Kepercayaan pasar tersebut didukung oleh beberapa indikator leading, diantaranya penjualan kendaraan tahunan dan PMI manufaktur yang sama-sama melesat di bulan September. Apakah nantinya data aktual retail sales September benar-benar sesuai ekspektasi atau justru meleset, masih sulit untuk memprediksi jawabannya. Terlebih lagi, laporan data disajikan dalam format presentase perubahan, dan rilis awal biasanya rentan terhadap revisi.

Namun secara keseluruhan, metode pengukuran analisa forex dengan retail sales tak jauh beda dengan pengamatan pada indikator ekonomi lainnya. Hasil lebih baik dari ekspektasi tetap berpotensi memicu reli Greenback, sementara perolehan buruk cenderung mengakibatkan selloff.

Di sisi lain, Ketua The Fed Janet Yellen akan berpidato beberapa jam setelah rilis retail sales. Jadi sebaiknya jangan terlalu mengharapkan reaksi awal yang signifikan, kecuali retail sales benar-benar melambung atau merosot sangat jauh dari angka perkiraan.