Analisa Forex Mingguan GBP/USD: Bergantung Pada Komentar Brexit

Analisa Forex 

Poundsterling tak dapat dipungkiri telah menjadi ‘primadona’ dalam berbagai ulasan berita dan analisa forex sepekan kemarin. Setelah jatuh lebih dari 6% ke level terendah baru dalam 3 dekade terakhir, banyak analis mengambil sisi bearish dan beranggapan jika dalam beberapa bulan ke depan, GBP/USD akan kesulitan keluar dari lubang kisaran 1.2000 hingga 1.2200.

Lalu bagaimana dengan perkiraan dalam seminggu ke depan? Apakah rilis dari Inggris yang dapat dinanti untuk memberikan perubahan pada pergerakan Sterling? Inilah tinjauan analisa forex mingguan dari berbaga sumber tentang potensi pergerakan GBP/USD.

Analisa Forex Fundamental GBP/USD
Rekap data fundamental minggu lalu untuk GBP cukup beragam. Tiga jenis PMI sanggup melebihi ekspektasi, namun produksi industri justru berkontraksi di bulan Agustus, dan manufaktur gagal memenuhi harapan pasar.

fundamental gbpusd

Pekan depan, jadwal fundamental untuk analisa forex Sterling terpantau cukup kosong. Namun demikian, trader tampaknya masih perlu memperhatikan komentar-komentar dari pejabat pemerintahan Inggris ataupun Eropa yang berkaitan dengan Brexit. Seperti diketahui sebelumnya, awal mula penurunan Cable dipicu oleh kalimat Theresa May yang mengindikasikan dimulainya pemberlakuan Pasal 50 mulai tahun depan.

Di samping itu, presiden Prancis Hollande juga menyampaikan jika Inggris harus siap menanggung konsekuesi dari keputusan mereka untuk meninggalkan Uni Eropa. Semua itu kemudian diperparah oleh ‘kesalahan teknis’ dari algoritma trading bank-bank besar yang membenamkan GBP/USD ke posisi 1.2000.

Dalam cakupan analisa forex yang ditulisnya, Kathy Lien dari BK Asset Management merekomendasikan trader untuk tidak terlalu berharap pada Bank of England (BoE). “BoE mungkin saja justru bergembira dengan keadaan ini. Lemahnya Sterling pada akhirnya bisa memacu inflasi, juga menstimulasi daya saing di perdagangan internasional dan sektor pariwisata. Dengan kosongnya jadwal fundamental Inggris sepakan ke depan, GBP/USD berada dalam posisi rentan,” katanya.

Lien juga menambahkan jika pertumbuhan PMI yang diindikasikan positif bisa menunjang pemulihan Poundsterling. Walaupun gagal menunjukkan pengaruhnya setelah baru rilis minggu lalu, PMI bisa jadi dasar yang kuat untuk mendukung reli Cable, hanya jika PM Theresa May bisa membatasi pernyataan kontroversialnya seputar Brexit.

Analisa Forex Teknikal GBP/USD
Secara teknikal, prospek GBP/USD terlihat suram. Meski sudah memasuki area oversold setelah penurunan cepatnya, risiko bearish pair tersebut justru makin bertambah. Pantauan analisa forex teknikal dari FX Bazooka membeberkan potensi level resistance di 1.2500, 1.2650, dan 1.2790. Sementara untuk support diprediksikan berada di level-level 1.2000 dan 1.1850. Berikut ini contoh grafik yang digunakan untuk menginterpretasikan support dan resistance potensial di atas:

)nalisa forex teknikal gbpusd setelah flash crash