Analisa Forex Mingguan 14-18 Mei 2018

Analisa Forex Mingguan 14-18 Mei 2018? Setelah reli bullish nonstop sejak pertengahan April, Dolar AS akhirnya kehabisan energi. Mulai hari Kamis minggu lalu (10/Mei), Indeks Dolar AS (DXY) mencatatkan candle merah yang berlanjut hingga hari Senin ini (14/Mei). Saat analisa ditulis, indeks Dolar AS telah turun hingga 92.93; padahal sebelumnya sempat menduduki kisaran atas 93.00, level terkuatnya sejak Desember 2017.

Analisa Forex Mingguan 14-18 Mei 2018

Kemunduran Dolar AS dimanfaatkan oleh komoditas dan mata uang lainnya untuk melaju. Rebound terbesar di awal pekan ini dialami oleh EUR/USD yang telah naik 0.35% dari harga pembukaan. Namun, sejumlah aset lain nampak masih agak bimbang, khususnya Gold (XAU/USD). Bagaimana pergerakan mereka sepekan ke depan?

Analisa Fundamental Pasar

Dari perspektif analisa fundamental, pelemahan Dolar AS saat ini utamanya disebabkan oleh tiga hal:

  1. Rilis data Inflasi Konsumen (CPI) Amerika Serikat pada pekan lalu yang tak memenuhi ekspektasi. Inflasi bulan April hanya naik 0.1%; padahal awalnya diperkirakan akan mengalami kenaikan dengan besaran sama seperti bulan sebelumnya, yaitu 0.2%.
  2. Seorang pejabat tinggi bank sentral AS menyatakan keraguannya mengenai kenaikan suku bunga yang terlalu banyak dalam tahun 2018. Presiden Federal Reserve St. Louis, James Bullard, mengatakan bahwa suku bunga boleh jadi telah mencapai level “netral” yang tak lagi menstimulasi perekonomian. Artinya, tak perlu menaikkan suku bunga lebih dari yang telah diproyeksikan (tiga kali kenaikan saja).
  3. Seorang pejabat tinggi bank sentral Eropa mengkonfirmasi bahwa mereka akan mulai memangkas stimulus pada bulan September 2018. Gubernur bank sentral Prancis, Francois Villeroy, juga menyatakan bahwa kenaikan suku bunga bisa dilakukan dalam hitungan beberapa kuartal ke depan, tak sampai bertahun-tahun yang akan datang.

Gabungan dari ketiga faktor tersebut mendorong Euro menguat pesat terhadap Dolar AS, sementara basis support Dolar digerogoti perlahan. Namun, dalam jangka panjang tetaplah bank sentral AS lebih hawkish dibanding Eropa. Oleh karenanya, sejumlah rilis data dalam kalender forex pekan ini harus disikapi dengan hati-hati, khususnya rilis data Penjualan Ritel AS pada hari Selasa (pukul 19:30 WIB).

Outlook Teknikal

Melanjutkan analisa teknikal pergerakan EUR/USD minggu lalu, kini kita mendapati bahwa perlintasan antara MA-50 dan MA-100 sudah terjadi. Karena MA-50 memotong MA-100 ke arah bawah, maka hampir pasti mendorong EUR/USD anjlok kembali, jika ini bukan false signal. Titik kritisnya pada 1.20000.

20180514-analisa-forex-mingguan-14-18-mei-2018-eurusd

Pada awal Mei, EUR/USD sudah mencoba berbalik pada titik tersebut, tetapi gagal dan malah merosot hingga kisaran 1.18500. Kali ini pun demikian. Apabila ambang 1.2000 mampu ditembus ke arah atas, maka bisa menandakan pembalikan Euro yang cukup signifikan. Akan tetapi, jika gagal lagi menembus 1.20000, maka EUR/USD dapat terbanting lagi ke bawah.

Itulah Analisa Forex Mingguan 14-18 Mei 2018, Baca Juga Analisa Forex Mingguan 7-11 Mei 2018

Recent Post