Analisa Forex: Euro Tahun 2017 Siap Makin Terdepresiasi

Analisa Forex

analisa-forex-euro-tahun-2017-siap-makin-terdepresiasi

Rendahnya volatilitas pada pair EUR/USD di kuartal kedua dan ketiga tahun 2016 terhapuskan oleh pergerakan signifikan pada kuartal empat ini, dipicu oleh perkembangan politik dan kebijakan bank sentral AS maupun Zona Euro. Memasuki pergantian tahun, apakah Euro tahun 2017 akan mencapai paritas versus Dolar, atau malah pulih?

Penguatan Dolar Didorong Tingginya Selisih Yield Obligasi
Analisa forex fundamental dari sisi Dolar AS untuk tahun 2017 diwarnai dengan ekspektasi positif. Keputusan Federal Reserve untuk mensinyalkan tiga kali kenaikan suku bunga di tahun 2017 (lebih tinggi dari ekspektasi 2 kali yang diperkirakan pasar sebelumnya), telah mengirim yield Obligasi AS meroket. Peningkatan selisih yield obligasi AS makin tajam dibanding surat utang negara lain, sehingga investor pun ramai-ramai “nemplok” mengincar aset berdenominasi Dolar. Yield obligasi AS, dalam hal ini, merefleksikan keyakinan pasar tentang kebijakan moneter ketat yang diharapkan akan dijalankan bank sentral AS tersebut.

Di saat yang sama, alasan utama mengapa yield obligasi AS melonjak adalah optimisme pasar pada kebijakan fiskal AS. Jika Hillary Clinton dari Partai Demokrat yang memenangkan Pemilu Presiden, maka bisa diramalkan akan terjadi konflik antara presiden dengan parlemen yang dikuasai oleh partai berbeda. Namun, karena ternyata Donald Trump dari partai Republik memenangkan pilpres AS sejalan dengan kemenangan besar partai tersebut menyapu bersih Parlemen Majelis Tinggi maupun Majelis Rendah, maka rencana-rencana pembangunan akan lebih mudah dijalankan. Terlebih lagi, karena janji peningkatan anggaran belanja pemerintah AS dari Trump diharapkan dapat melejitkan laju inflasi.

Sedangkan analisa forex fundamental dari sisi Euro menampilkan profil yang sangat kontras. Keputusan European Central Bank (ECB) untuk memperpanjang masa Quantitative Easing (QE) dan meragamkan aneka obligasi yang dibelinya, membuat Euro berada di posisi tertekan jika suku bunga di wilayah lain terus meningkat. Pasalnya, yield obligasi dari wilayah ini juga bakal terus tertekan makin dalam ke kisaran negatif. Hal ini bisa dilihat dari selisih yield obligasi AS (US Treasury) dan obligasi Jerman (German Bund).

Faktanya, sebagaimana dipantau oleh Jamie Saettele dan Christopher Vecchio dari DailyFX, dalam beberapa waktu belakangan ini selisih yield kedua obligasi pemerintah itu nyaris mencerminkan pergerakan EUR/USD.

grafik-eurusd-dan-selisih-yield-as-yield-jerman

Hati-Hati Musim Pemilu Di Kawasan Euro
Naik-turun yield Obligasi AS, khususnya 10-year US Treasury, merupakan salah satu hal yang perlu Anda amati bila akan bertrading pair EUR/USD di tahun 2017. Setidaknya sepanjang kuartal pertama, pergerakan yang signifikan bisa bersumber dari data ini.

Selanjutnya, menjelang akhir kuartal pertama, isu politik akan kembali mengemuka. Ada empat pemilu signifikan yang akan digelar di kawasan Euro pada tahun 2017. Yang pertama adalah Pemilu Belanda pada 15 Maret 2017. Pada April dan Mei 2017, Pemilu Presiden Perancis bakal digelar. Kemudian Italia yang ditinggal Perdana Menteri Matto Renzi mengundurkan diri setelah kegagalan referendum konstitusi beberapa waktu lalu, kemungkinan akan mengadakan pemilu juga di pertengahan 2017. Menutup tahun, pemilu Jerman akan diadakan, meski kini belum jelas tanggal tepatnya. Mengingat bermacam kejutan dari referendum Brexit dan Pemilu Presiden AS lalu, akan ada baiknya bagi para trader untuk tak mengabaikan event-event tersebut.