Analisa Forex 15-19 Agustus 2016

Analisa Forex

Kalender fundamental berdampak tinggi periode 15-19 Agustus 2016 didominasi oleh data-data dari Amerika Serikat, khususnya data inflasi AS, rilis notulen rapat FOMC bulan Juli, serta sejumlah pidato dari para pejabat tinggi Federal Reserve. Apalagi, pada penutupan perdagangan hari Jumat tanggal 12 Agustus, pasar dikejutkan oleh data penjualan ritel yang mengecewakan sehingga pergerakan Dolar cenderung melemah terhadap mayoritas mata uang mayor lainnya. Dengan demikian, fokus analisa forex pekan ini dan pekan depan akan bertumpu pada bias Dolar karena isu kapan suku bunga FED akan dinaikkan kembali menjadi sorotan. Untuk lebih jelasnya, berikut analisa forex pair mayor periode 15-19 Agustus 2016.

 

EUR/USD

Secara umum, analisa forex fundamental Euro cenderung stagnan, tidak membaik tetapi juga tidak memburuk. Pekan ini ada tiga data yang berhubungan dengan Euro, yaitu indeks ZEW, CPI Kawasan Euro, dan notulen pertemuan ECB bulan Juli. Namun demikian, ketiganya pada dasarnya tidak memiliki kemungkinan untuk merubah bias pasar terhadap Euro, karena kebijakan pelonggaran moneter bank sentral Eropa telah diberlakukan dan tidak akan dihentikan dalam waktu dekat. Jadi, penggerak pasar ke depan adalah Dolar AS, atau tepatnya prospek kenaikan suku bunga AS. Jika ada indikasi suku bunga AS akan dinaikkan, maka itu bisa secara spontan menekan Euro.

Akan tetapi, pidato para pejabat FED serta isi notulen FOMC yang sudah dirilis tak mengungkap banyak indikasi positif. Memang masih tersirat akan ada setidaknya satu kali kenaikan suku bunga tahun ini, tetapi para pejabat FED agaknya bersilang pendapat mengenai kapan waktu yang tepat untuk melakukannya. Hal ini membuat pair EUR/USD bullish kuat sejak awal pekan. Mendekati tanggal 19 Agustus, meski kelihatan agak overbought, tetapi pair ini kemungkinan masih akan diperdagangkan di level tinggi atas kisaran 1.13an hingga awal minggu depan. Namun, level yang perlu diamati adalah 1.14, yang mana bila gagal ditembus maka berdasarkan analisa forex kali ini akan berpotensi membalikkan arah gerakan pair EUR/USD.

 

GBP/USD

Pasca referendum Brexit, Pounds dilanda aksi jual besar-besaran yang membuat nilai GBP/USD melorot ke rekor level rendah. Pekan lalu, data-data ekonomi Inggris yang cemerlang diabaikan oleh pasar, dan ke depan pun kemungkinan akan demikian meski sejumlah laporan penting dipublikasikan. Ini karena putusan Bank of England untuk memangkas suku bunga telah diumumkan, berikut indikasi bahwa mereka masih mungkin untuk melakukan tindakan lain yang bersifat pelonggaran moneter. Secara analisa forex fundamental dapat disimpulkan bahwa Pounds cenderung menurun.

 

Dalam chart pun dapat dilihat bahwa pair GBP/USD berada di bawah tekanan bearish kuat, bahkan masuk wilayah oversold. Namun, sejak Juli pair ini sudah dua kali gagal menembus kisaran 1.28, sehingga menyiratkan kemungkinan koreksi sejenak ke arah atas menuju 1.33an antara tanggal 19 Agustus dan pekan depannya lagi.

 

USD/JPY

Pair USD/JPY belakangan ini cenderung mengabaikan rilisan fundamental karena sentimen risiko menjadi penggerak utama pasangan mata uang ini. Di tengah ketidakjelasan tentang kapan FED akan menaikkan suku bunga, maka Yen menjadi pelarian pemain pasar. Senada dengan itu, pair USD/JPY meluncur terus ke arah bawah hingga kini sudah memasuki wilayah jenuh jual. Agaknya pasangan mata uang ini masih akan diperdagangkan di bawah 102an hingga beberapa waktu mendatang, sembari menunggu momen untuk rebound pada minggu depan. Dalam hal analisa forex ini, pidato ketua FED Janet Yellen di Konferensi Jackson Hole tanggal 26 Agustus mendatang merupakan sebuah event yang layak untuk diperhatikan.

 

AUD/USD

Reserve Bank of Australia termasuk salah satu bank sentral yang baru-baru ini memangkas suku bunga, meskipun perekonomian negaranya sebenarnya belum benar-benar memburuk. Ditilik dari pernyataan kebijakannya, ketidakpastian ekonomi global agaknya menyebabkan otoritas moneter untuk bersikap lebih hati-hati guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonominya. Dengan analisa forex fundamental demikian, selayaknya AUD memiliki peluang untuk naik ke level tinggi baru, tetapi sepanjang pekan ini malah nampak kehilangan energi. Ke depan, pair AUD/USD nampaknya akan sulit mempertahankan level 0.77 tempatnya saat ini berada, terutama bila bias bearish yang menekan Dolar mulai sirna.

Recent Post

Quotes by TradingView