Analisa AUD/USD: Dekat Level Kunci, Akankah Berbalik Bearish?

Analisa Forex

Dalam beberapa hari terakhir, pasangan mata uang AUD/USD telah reli hingga mencapai level tertinggi sejak Mei 2015. Penyebab utamanya, secara fundamental, bisa dilacak dari lemahnya Dolar AS dan kebangkitan kembali harga-harga komoditas. Sebagai salah satu mata uang berjuluk “Comdoll”, AUD/USD tersorong naik, naik, dan naik. Bahkan, menurut laporan Commitment of Traders (COT) pekan lalu, level beli netto Dolar Australia sudah mencapai tertinggi dalam 15 bulan terakhir.

Masalahnya, di pasar, tak ada kenaikan harga yang tidak disusul dengan pembalikan atau koreksi sama sekali. Termasuk untuk reli AUD/USD ini pun demikian. Apabila Anda amati di timeframe yang lebih tinggi, misalnya Daily atau Weekly, akan nampak bahwa “energi” motor AUD/USD sudah mulai aus. Arus beli pasar tak mampu lagi mendorong harga bergerak lebih jauh. Akibatnya, AUD/USD saat ini “nyangkut” pada posisi kunci, yang bila berhasil ditembus, berarti mensinyalkan bullish yang lebih kuat. Akan tetapi, ketimbang indikasi bullish, alarm sudah banyak menyerukan kalau masa-masa sekarang sudah waktunya untuk Sell.

Cobalah analisa AUD/USD di timeframe Weekly, maka akan nampak AUD/USD terbentur pada garis MA-200 yang merupakan patokan trading jangka panjang paling populer di dunia.

20170801-analisa-audusd-dekat-level-kunci-akankah-berbalik-bearish-1

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa bila candle minggu ini berhasil menutup di atas garis, berarti boleh jadi akan breakout, alias reli bullish lanjut. Namun, indikasi selanjutnya di timeframe lebih rendah menyiratkan kemungkinan besar candle akhir pekan ini justru bakal ditutup di bawah garis, alias gagal breakout dan berbalik bearish. Sebagaimana bisa dilihat pada gambar di bawah ini, analisa AUD/USD di timeframe Daily menunjukkan pose MACD menjelang pembalikan.

20170801-analisa-audusd-dekat-level-kunci-akankah-berbalik-bearish-2

Simpulan ini juga didukung oleh komponen fundamental yang melingkupi mata uang Dolar Australia. Hari ini (1/Agustus) akan ada event rapat kebijakan bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA). Sejak beberapa waktu lalu, para pejabat RBA telah mengiaskan takkan menaikkan suku bunga. Jika hal ini ditegaskan lagi, maka akan memperkuat bias dovish, yang biasanya memperlemah kurs mata uang.

Bagi Australia sendiri, nilai tukar yang lebih lemah akan lebih baik bagi perekonomiannya, ketimbang mata uang yang kuat. Inipun sudah acap disebut-sebut oleh pejabat RBA.

Namun, kita tetap tak bisa melupakan bahwa topik bahasan utama pasar saat ini adalah lemahnya Dolar AS yang terutama disebabkan oleh kisruh di Washington dan minimnya kemungkinan kenaikan suku bunga FED lanjutan di tahun 2017. Sentimen buruk pasar tentang ini bisa berubah jika rilis data Nonfarm Payroll (NFP) beberapa hari yang akan datang berubah positif.

Singkat kata, carilah peluang untuk Sell AUD/USD sekarang juga. Namun, apapun hasilnya dalam beberapa hari ke depan, jangan lupa untuk tutup posisi sebelum waktu rilis NFP di hari Jumat.