6 Poin Penting Dari Pernyataan FOMC Juni 2017

Analisa Forex

Salah satu fokus utama berita dan analisa forex pada pekan lalu (12-16 Juni) adalah rapat FOMC yang memutuskan kenaikan suku bunga untuk kedua kalinya di tahun 2017. Namun sebenarnya, ada 6 hal penting lain yang patut mendapat sorotan khusus karena bisa mempengaruhi analisa forex untuk Dolar AS dalam beberapa waktu ke depan.

6 poin penting fomc juni 2017

1. Rate Hike Tidak Didukung Suara Bulat
Sesuai ekspektasi, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 bps, dari kisaran 0.75%-1.00% menjadi 1.00%-1.25%. Sayangnya, tidak semua anggota FOMC mendukung keputusan tersebut. Presiden Fed Minneapolis, Neel Kashkari, tidak setuju dengan keputusan rate hike dan lebih suka jika suku bunga dibiarkan tetap pada kisaran semula. Alasan pasti Kashkari tidak bisa diketahui sebelum notulen FOMC diterbitkan, tapi posting blog Kashkari bisa memberikan setitik gambaran mengenai alasannya menolak rate hike.

Dalam tulisan di blog tersebut, terindikasi bahwa Kashkari tidak meyakini adanya tekanan inflasi yang selama ini ditunjuk sebagai faktor pendorong kenaikan suku bunga. Menurutnya, sektor tenaga kerja juga belum terlalu tangguh, dan pertumbuhan gaji masih cenderung lambat untuk memacu inflasi lebih jauh.

Meski tidak berpengaruh banyak, kekhawatiran Kashkari bisa menjadi pertimbangan khusus dalam analisa forex USD, terutama jika dalam beberapa bulan ke depan data ekonomi AS tidak menunjukkan performa yang menjanjikan.

2. Proyeksi Untuk Tingkat Pengangguran dan PDB 2017 Membaik
Selain keputusan suku bunga, pertemuan FOMC kali ini juga memperbaiki forecast untuk tingkat pengangguran dan PDB 2017. Jobless rate diperkirakan melemah sampai ke kisaran 4.3% pada bulan Desember nanti. Optimisme ini tercatat lebih baik dari prediksi The Fed di bulan Maret, yang memperkirakan penurunan jobless rate pada Desember hanya akan mencapai level 4.5%.

Sementara itu, forecast untuk PDB 2017 juga tercatat semakin membaik. The Fed optimis jika data tersebut bisa tumbuh sampai 2.2%, lebih baik dari ekspektasi sebelumnya yang mengharapkan peningkatan ke 2.1% saja. Meski demikian, proyeksi PDB untuk 2018 dan 2019 tak mengalami perubahan apapun.

Dalam pidatonya, Janet Yellen menanggapi perlambatan NFP dalam beberapa periode terakhir dengan nada positif. “Sejak awal tahun ini, pekerjaan bertambah dalam kisaran rata-rata 160,000 per bulan. Itu merupakan perumbuhan yang solid. Meskipun lebih lambat dibandingkan tahun lalu, angka tersebut masih di atas estimasi…,” ungkap ketua The Fed itu.

Pernyataan Janet Yellen rupanya sudah bisa diperkirakan oleh analisa forex Babypips, yang sebelumnya memprediksi jika The Fed akan menganggap perlambatan di sektor tenaga kerja sebagai bagian dari indikasi “full employment”.

3. Ekspektasi Inflasi Mengalami Penurunan
Berbanding terbalik dari tingkat pengangguran dan PDB, pertumbuhan inflasi 2017 justru mengalami pemangkasan. Hal ini dinilai sanggup menimbulkan ketimpangan dalam analisa forex USD di periode berikutnya. Menurut Yellen, ini merupakan cerminan dari pelemahan inflasi dalam beberapa periode terakhir, yang lebih banyak disebabkan oleh penurunan harga di sektor komunikasi dan kesehatan.

proyeksi inflasi the fed juni 2017

Meski memotong proyeksi inflasi, The Fed masih mengharapkan kenaikan karena sektor tenaga kerja terus mengalami perkembangan yang signifikan.

4. Tak Ada Perubahan Dalam Rencana Pengetatan Kebijakan Moneter
Rencana kenaikan suku bunga The Fed tak mengalami perubahan signifikan dalam hasil rapat FOMC terbaru. Sesuai agenda, suku bunga diharapkan mencapai 1.4% pada akhir tahun ini. Jadi kemungkinan satu kali rate hike sebesar 25 bps masih terbuka lebar.

Dot plot di bawah ini menunjukkan proyeksi para anggota The Fed untuk suku bunga AS:

dot plot the fed juni 2017

Terlihat bahwa 4 anggota meyakini kenaikan sampai 1.625%, 8 member setuju dengan pertumbuhan hingga ke kisaran 1.375%, dan 4 sisanya lebih suka jika suku bunga ada di level 1.125% saja. Artinya, ada 4 anggota The Fed yang sangat hawkish dan terbuka dengan minimal 1 kali rate hike di tahun ini, 8 anggota merasa satu kali lagi kenaikan sudah proporsional, dan 4 lainnya tidak setuju dengan rate hike lebih lanjut.

Sebagai informasi, dot plot di atas masih melibatkan semua anggota FOMC (voting dan non-voting). Meski demikian, hasilnya bisa dianggap cukup valid karena sekalipun 4 anggota yang tidak setuju semuanya memiliki hak voting, jumlahnya terlalu kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan anggota voting yang mendukung kenaikan suku bunga.

5. Alasan The Fed Menaikkan Suku Bunga
Melihat bagaimana The Fed memangkas proyeksi inflasinya, banyak pihak mempertanyakan keputusan Bank Sentral itu untuk mempertahankan rencana pengetatan kebijakan moneter. Menjawab keraguan tersebut, Janet Yellen mengungkapkan bahwa putusan rate hike diambil sebagai tindakan pencegahan, untuk mengantisipasi risiko pertumbuhan ekonomi dan penguatan di pasar tenaga kerja.

6. The Fed Berencana Mengurangi Neraca Keuangan Tahun Ini
Para anggota The Fed sepakat untuk mulai menerapkan normalisasi pada neraca keuangan tahun ini. Namun demikian, langkah tersebut hanya akan dilakukan jika perekonomian terus melaju sesuai ekspektasi.

Pengaruh FOMC Bagi Dolar AS
Sebelum pernyataan FOMC dirilis, Greenback berada dalam sentimen bearish akibat rilis data retail sales dan CPI yang sangat mengecewakan. Namun setelah statement FOMC diumumkan, USD langsung berhasil memangkas kerugian.

usd setelah fomc juni 2017

Penguatan tersebut cukup mengejutkan karena ulasan analisa forex untuk Dolar AS sebelumnya cukup pesimis dengan respon harga terhadap FOMC. Wajar saja, enaikan suku bunga The Fed kali ini sudah digadang-gadang banyak pihak atau sesuai ekspektasi pasar. Menurut analisa forex Babypips, respon positif Greenback disebabkan oleh interpretasi pasar yang menilai statement Yellen sebagai pernyataan hawkish. Melihat bagaimana The Fed tidak mengendurkan langkah pengetatan meski proyeksi inflasi diturunkan, interpretasi seperti itu memang cukup wajar adanya.