5 Pengumuman Penting Bank Sentral Penentu Analisa Forex Pekan Ini

Analisa Forex

Awal pekan November 2016 akan menjadi periode super sibuk bagi pelaku pasar forex. Tak cuma rilis NFP, akan ada pengumuman penting dari 5 bank sentral sekaligus yang akan mewarnai gejolak analisa forex pekan ini. Apa sajakah itu? Dan apa saja yang patut diperhatikan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, berikut ini ulasan lengkap sebagaimana dilansir dari analisa forex Piponomics di babypips.com.

5 kebijakan penting bank sentral

1. Kebijakan RBA Pasca Rilis CPI
Bank Sentral Australia (RBA) dijadwalkan merilis keputusan suku bunga untuk pertama kalinya sejak rilis CPI kuartal 3 2016. Peristiwa ini menarik diamati karena RBA faktanya sudah 2 kali memangkas suku bunga di tahun ini, dan itu selalu dilakukan tepat setelah turunnya laporan inflasi kuartal 1 dan 2.

Lalu bagaimanakah dengan kebijakan di kuartal ketiga? Rupanya, RBA diyakini tak akan melakukan langkah serupa, karena data CPI kali ini tercatat lebih baik dari perkiraan. Di samping itu, tingkat inflasi rata-rata masih berada di kisaran estimasi RBA, begitu juga dengan kondisi bisnis yang terpantau menggembirakan, karena menunjukkan tanda-tanda rebound. Namun demikian, trader maupun investor tetap disarankan untuk tak lengah mengolah analisa forex mereka, karena Bank Sentral Australia cenderung selalu membuka pintu untuk langkah dovish, apalagi dengan pasar tenaga kerja yang masih terbilang lemah.

2. Perkembangan Lebih Lanjut Dari BoJ
Tak lama setelah RBA, Bank Sentral Jepang juga akan mengumumkan kebijakannya di hari yang sama. Walaupun disinyalir tak akan melakukan perubahan signifikan apapun terhadap kebijakan moneternya, langkah BoJ tetap patut diawasi terutama karena angka inflasi terbaru Jepang gagal memperlihatkan progres meyakinkan.

Oleh karena itu, jangan lupa bersiap untuk menghadapi pernyataan dovish ataupun langkah jawboning bank sentral saat mempersiapkan analisa forex fundamental untuk USD/JPY. Bagaimanapun juga, Gubernur Kuroda sempat membuat gebrakan di bulan September dengan menanggalkan jadwal pembelian asetnya, demi menjaga bunga JGB tetap rendah.

3. Klarifikasi Poloz
Menutup ramainya pengumuman Bank Sentral di hari Selasa adalah pidato dari gubernur BoC (Bank of Canada), Stephen Poloz. Mengapa momen ini tak bisa dianggap remeh? Analisa forex dari babypips.com rupanya mencermati gejolak pergerakan Dolar Kanada yang sempat dikoyak oleh pernyataan-pernyataan membingungkan dari Poloz.

stephen poloz boc

Setelah sempat membeberkan rencana penambahan stimulus yang sedang aktif dibahas dewan anggota BoC, Poloz kemudian mengklarifikasi jika rencana terbaik Bank Sentral kini adalah untuk menunggu hingga sekitar 18 bulan.

Namun sebelum pernyataan tersebut benar-benar dicerna pasar sebagai tertahannya langkah pelonggaran Bank Sentral hingga satu setengah tahun ke depan, Poloz kembali melontarkan klarifikasi, kali ini dengan menyatakan bahwa “18 bulan adalah time frame yang disediakan untuk menunggu terpenuhinya gap output, bukan kerangka pasti bagi kebijakan moneter Bank Sentral”.

Lantas bagaimana apabila kali ini Poloz kembali memberikan sinyal membingungkan untuk analisa forex fundamental USD/CAD? Tak perlu khawatir, klarifikasinya mungkin bisa didapatkan di hari Jum’at, ketika ia menghadiri acara Oshawa Walk of Fame.

4. Sinyal Suku Bunga The Fed
The Fed memang belum akan mengumandangkan kebijakannya minggu ini, namun penting untuk dicermati jika rilis NFP adalah salah satu indikator terpenting untuk mengukur keputusan Bank Sentral AS tersebut.

Selama beberapa bulan terakhir, Yellen dan rekan-rekannya terus mengusahakan kenaikan suku bunga lebih lanjut setelah terakhir kali dilakukan Desember tahun lalu. Rapat FOMC September kemarin menjadi momen paling ditunggu-tunggu, dimana akhirnya 3 anggota setuju untuk menaikkan suku bunga acuan.

Dengan dorongan GDP kuartal 3 yang mencapai level tertinggi 2 tahun, berikut pertumbuhan di sektor manufaktur, perdagangan, juga properti, maka wajar apabila pasar sangat optimis jika suku bunga akan benar-benar naik Desember mendatang. Namun demikian, sektor tenaga kerja yang sejauh ini masih beragam sedikit menanamkan keraguan di benak banyak investor. Itulah mengapa rilis NFP pekan ini bisa menjadi salah satu konfirmator penting dalam analisa forex untuk melihat arah kebijakan The Fed berikutnya.

5. Kepastian Stimulus BoE
Tak ingin ketinggalan, Bank Sentral Inggris bakal turut mengumumkan kebijakan berikut laporan inflasi yang disertai proyeksi untuk 2 tahun ke depan.

stimulus boe

Topik yang menarik diikuti dari event ini adalah kebijakan BoE terkait penambahan stimulus. Walaupun akhir-akhir ini terjadi perbaikan pada data GDP, inflasi, dan data ketenagakerjaan, tapi aktivitas konsumen belum menunjukkan gairahnya. Ditambah lagi, kekhawatiran ‘hard Brexit’ masih menghantui outlook Poundsterling.

Mark Carney selaku Gubernur BoE sudah mensinyalkan bila Inggris mungkin memerlukan lebih banyak stimulus. Namun demikian, ia juga tak dapat menampik adanya batasan-batasan dalam kebijakan moneter. Apakah BoE bisa menaruh kepercayaan pada positifnya data-data ekonomi, atau justru tak mengambil tindakan, kepastiannya baru akan diketahui hari Kamis (3/11) mendatang.