3 Hal Penting Dalam Analisa Forex Pair USD/CHF

Analisa Forex

3-hal-penting-dalam-analisa-forex-pair-usdchf

Mata uang Swiss France (CHF) sangat unik. Meskipun Swiss adalah negara mungil yang Gross Domestic product (GDP)-nya hanya berada pada urutan 20 besar di dunia, tetapi mata uangnya termasuk mata uang keenam yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Selain itu, walau suku bunganya negatif, tetapi banyak investor tetap mencari dan mengkoleksi Swiss Franc. Fakta-fakta itu seperti paradoks, tetapi nyata karena karakter CHF yang khas. Berikut paparan lengkapnya.

1. Swiss Franc Termasuk Aset Safe Haven
Besarnya GDP Swiss terutama disebabkan oleh sektor jasa keuangan yang mencakup lebih dari 11% GDP. Bank-bank di Swiss terkenal akan kerahasiaan, netralitas, dan keamanannya, sehingga banyak sekali dana-dana dari seluruh dunia diparkir disini. Apalagi, negaranya tergolong sangat stabil baik dari segi ekonomi maupun politik. Karena itu, maka Swiss Franc dianggap sebagai salah satu aset Safe Haven, yaitu aset-aset finansial yang cenderung dibeli orang ketika terjadi gejolak ekonomi karena dianggap aman, stabil, likuid, dan dapat diandalkan.

Karena nilai tukar suatu mata uang sangat dipengaruhi oleh permintaan akan mata uang tersebut, maka faktor ini seringkali mendorong CHF untuk menguat melampaui basis fundamentalnya. Atau dengan kata lain, meski kondisi ekonomi Swiss kurang prima, tetapi CHF bisa menguat semata-mata karena posisinya sebagai mata uang safe haven.

2. Data Ekonomi Swiss Cenderung Tak Berpengaruh
Nilai mata uang dari negara-negara lain seperti Amerika Serikat tentu akan berfluktuasi jika ada perubahan-perubahan fundamental. Namun, tidak demikian dengan CHF. Rilis data GDP, pengangguran, dan lain-lain dari Swiss tak begitu berpengaruh pada pergerakan USD/CHF. Hanya keputusan-keputusan bank sentralnya saja yang diperhitungkan oleh pelaku pasar forex.

Bisa jadi ini karena kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah Swiss cenderung konsisten, sedangkan tingkat pengangguran sangat rendah. Atau bisa jadi juga sehubungan dengan posisi Swiss Franc sebagai mata uang safe haven sebagaimana dipaparkan di poin 1 tadi. Apapun itu, satu hal yang bisa dipastikan adalah apabila Anda akan bertrading USD/CHF, maka cukup mewanti-wanti data ekonomi Amerika Serikat serta sikap bank sentralnya saja.

3. Tindak-tanduk Bank Sentral Swiss Perlu Diwaspadai
Pada bulan Januari 2015, Swiss National Bank (SNB) sebagai bank sentral Swiss tiba-tiba mencabut kisaran patokan nilai tukar Swiss Franc versus Euro (pegging) yang sudah diterapkan selama beberapa tahun, padahal baru beberapa hari sebelumnya pimpinan SNB mengatakan tak ada rencana merubah kebijakan. Akibatnya, terjadi gejolak luar biasa besar di pasar forex yang mengakibatkan semua pair CHF, termasuk USD/CHF, bergerak drastis hingga likuiditas di pasar sempat lenyap dan membuat platform trading membeku (frozen). Bahkan pergerakan-pergerakan mata uang lain seperti Euro pun ikut terpengaruh. Dalam peristiwa yang belakangan disebut juga “SNBomb” atau “Black Thursday” itu, kerugian industri forex mencapai lebih dari 1 milyar Dolar.

Event tersebut menjadi peringatan kuat bagi para pelaku pasar bahwa tindakan bank sentral umumnya tak dapat ditebak. Swiss National Bank pada khususnya. Selain melakukan tindakan kontroversial mencabut pegging EUR/CHF di atas, beberapa tahun belakangan ini telah menerapkan suku bunga negatif dalam rangka mengejar target inflasi 2 persen, meski sebelumnya cenderung konservatif dan enggan meluncurkan stimulus.

Jika Anda akan membuat analisa forex untuk bertrading pair USD/CHF, maka ingat-ingatlah untuk menengok kalender forex dan memastikan ada atau tidaknya jadwal rapat SNB. Biasanya rapat diadakan berkala satu bulan sekali saja, meski pengaruhnya boleh jadi menetap hingga beberapa lama.