3 Hal Penting Dalam Analisa Forex Pair Cross GBP

Analisa Forex 

hal-penting-dalam-analisa-forex-pair-cross-gbp

Pound Sterling Inggris (GBP) merupakan mata uang paling banyak diperdagangkan nomor empat di pasar forex dunia, setelah Dolar AS (USD), Euro (EUR), dan Yen Jepang (JPY). Selain bertrading dengan melakukan analisa forex atas perbandingan kekuatan dan kelemahan Pound versus Dolar AS, banyak trader juga memilih memperjualbelikan Pounds dengan mata uang mayor lainnya. Diantara pair-pair cross yang banyak ditradingkan ada tiga pasangan paling populer, yaitu GBP/CHF, GBP/JPY, dan EUR/GBP. Apabila Anda berminat mentradingkan salah satu atau semua pair cross GBP tersebut, maka perlu memperhatikan ketiga hall berikut ini:

1. Pair Cross GBP Sensitif Berita

Waktu terbaik untuk bertrading GBP boleh jadi adalah saat rilis data ekonomi penting dan di jam buka pasar modal Inggris. Pair cross GBP akan merespon dengan tajam, baik berita dari Inggris maupun dari negara asal mata uang kedua yang menjadi pasangannya. Momen-momen tersebut membuka peluang tinggi bagi trader, meski risiko juga meningkat.

Selain itu, pair cross GBP pun sensitif pada kejadian-kejadian makro di bidang politik dan ekonomi yang memicu rentetan pergerakan harga di pasar saham, mata uang, dan obligasi global. Contohnya adalah devaluasi Yuan China pada Agustus 2015, yang membuat GBP/USD konsolidasi di level tinggi. Respon serupa dialami pula oleh pair cross GBP saat terjadi tsunami besar di Jepang tahun 2011.

2. Volatilitas Beragam

Sebagaimana lazimnya pasar forex, GBP bisa ditradingkan kapan saja dalam 24 jam sejak Senin hingga Jumat. Namun, volume dan volatilitas trading akan berubah-ubah dalam siklus 24 jam itu. Trader bisa buka-tutup posisi trading kapan saja, tetapi tentu akan lebih efisien jika menggelar strategi di periode-periode pasar aktif saja.

Dalam kondisi normal, pair cross GBP paling aktif di sesi Eropa dan Amerika, terutama saat overlap diantara keduanya. Namun demikian, mengingat sensitivitasnya pada berita, maka tidak jarang terjadi “spike” (lonjakan) di sesi lainnya. Saat berita penting dari Jepang dirilis, umpamanya, maka pair cross GBP/JPY bisa mendadak menajam di tengah sesi Asia.

3. Biaya Trading Lebih Tinggi Dibanding Pair Mayor

Poin ketiga ini pada dasarnya berlaku bagi semua pasangan mata uang selain mayor, baik pair cross GBP, EUR, JPY, atau lainnya.

Biaya trading forex meliputi Spread, Commission Fee, dan Swap. Khusus untuk spread, basis penentuannya adalah likuiditas dan banyaknya trader yang mentransaksikan. Dalam hal ini, Pounds hanyalah mata uang nomor empat dalam tangga Currency yang paling banyak ditradingkan, sehingga spread untuk pair cross GBP pun jauh lebih tinggi dibanding pair mayor yang bergandengan dengan USD.

Sebagai perbandingan, spread terendah untuk pair GBP/USD di akun ECN salah satu broker internasional rata-rata serendah 0.5 pips saja, tetapi spread rata-rata pair EUR/GBP adalah 1.5 pips. Tingginya spread membuat strategi trading scalping kurang cocok dipakai pada pair cross GBP, karena trader harus menetapkan Stop Loss dan Target Profit dengan selisih cukup jauh dari harga order. Hal-hal seperti ini perlu dikalkulasi dengan hati-hati agar tercapai sukses trading dan menekan risiko loss.